Para Ilmuwan Ungkap Rahasia Sakaraul Maut

Posted by dedot on Monday, 12 August 2013

kematian maut
Setiap manusia di dunia yang akan menjelang kemaian pasti akan mengalami yang dinamakan Sakaratul Maut yakni proses pencabutan nyawa manusia dari raganya. 

“Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya.Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.” (QS. Qaaf: 19) 

Hanya orang orang yang akan mengalami kematian yang mengetahui seberapa sakit rasanya Sakaratul Maut  kita yang masih sehat dan diberikan umur panjang tidak akan pernah merasakan Sakaratul Maut  sebelum kita mati nanti. Karena Sakaratul Maut  ini menjadi misteri sehingga para ilmuwan tertarik utuk melakukan penelitian terhadap Sakaratul Maut. Dari hasil penelitian ternyata ditemukan jika gejala kematian mirip dengan gejala orang yang mabuk, dan ini adalah suatu hal yang diungkapkan oleh Al-Quran. Nah berikut ini ada beberapa hasil penelitian para ilmuan yang mengungkapkan seperti apa Sakaratul Maut itu. 

Gejala Mendekati Saat kematian 
Ketika manusia akan mengalami kematian maka ia akan menunjukan berbagai gejala seperti dinginnya ujung-ujung anggota badan, rasa lemah, kantuk dan kehilangan kesadaran, dan hampir tidak dapat membedakan sesuatu. Dan dikarenakan kurangnya pasokan oksigen dan darah yang mencapai otak, ia menjadi bingung dan berada dalam keadaan delirium (delirium: gangguan mental yg ditandai oleh ilusi, halusinasi, ketegangan otak, dan kegelisahan fisik), dan menelan air liur menjadi lebih sulit, serta aktivitas bernafas lambat. Penurunan tekanan darah menyebabkan hilangnya kesadaran, yang mana seseorang merasa lelah dan kepayahan. 

Gejala Mabuk 
Sesungguhya minuman-minuman yang memabukkan (beralkohol) secara umum, seperti khomr (minuman keras) menyebabkan perubahan kimia otak, sehingga manusia menjadi bingung dan tidak mampu membuat keputusan. Dan ia juga mengalami dehidrasi dikarenakan hilangnya sejumlah besar cairan tubuh. Alkohol berpengaruh pada otak kecil (yang mengendalikan keseimbangan tubuh), sehingga menjadikan manusia (yang meminumnya) kehilangan kontrol terhadap gerakan mata. Konsumsi tinggi terhadap alkohol menyebabkan haus, kantuk, kehilangan kesadaran, pusing, bingung dan bahkan hilang ingatan sementara waktu. 

Keakuratan Permisalan (majas metafora) Yang Digunakan Al-Qur’an 
Sesungguhnya perbandingan/penyerupaan antara kondisi orang yang berada di ambang kematian dengan orang yang mabuk berat sangat tepat (akurat) sekali, yang mana masing-masing dari keduanya mendapatkan masalah dalam ingatannya (memori), ketidak jelasan dalam penglihatannya dan kurangnya keseimbangan dalam denyut jantung dan kondisi tubuh secara umum. Maka apakah di dalam al-Qur’an ada sesuatu yang mengungkapkan fakta ini? Al-Qur’an telah menggunakan ungkapan: “sakratul maut” (kata sakr dalam bahasa Arab berarti “mabuk karena minuman keras”) dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : 

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ {19}

 ” Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.” (QS. Qaaf: 19) 

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merasakan sakaratul maut ini pada detik-detik menjelang wafat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, dalam keadaan beliau berada di atas pembaringannya : 

(إن للموت لسكرات) 

”Sesungguhnya setiap kematian itu ada sekaratnya.” (HR. Imam ath-Thabarani dalam al-Mu’jamul Kabir) 

Maka sakaratul maut (sakratul maut) adalah fakta ilmiah yang diungkap oleh para ilmuwan hari-hari ini. Lantas siapakah yang memberi tahu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang fakta ilmiah ini?





Sumber